Cara Buat Kompos Daun Yang Mudah

Posted on

kali ini saya akan menulis artikel yang membahas tentang cara buat kompos dari daun kering. Di sekitar tempat tinggal kita pasti ada banyak daun daun kering yang berserakan dan jumlahnya tidak bisa dihitung dengan tangan kita. Yang setiap hari akan disapu yang kemudian dibakar dan menimbulkan polusi udara.

Tapi, tahukah kamu ? Kalau daun kering tadi jika diolah juga bisa mengasilkan pundi pundi uang. Daun daun tak berguna tadi dapat kita olah kembali menjadi pupuk kompos, lalu kita jual atau bisa digunakan sendiri. Apalagi saat musim gugur tiba, maka akan banyak daun berjatuhan dan kalian dapat membuat lebih banyak pupuk kompos.

Karena saat ini para petani mulai melirik kembali pupuk kompos setelah sekian lama menggunakan pupuk kimia. Hal ini di sebabkan kompos yang sebagai pupuk organik sudah terbukti keampuhannya dalam memberi kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Kompos mempunyai peran penting dalam membangun kesuburan tanah. Kompos mempertahankan dan memperbaiki tanah yang rusak tidak merusak struktur. Hal ini di karenakan pupuk yang diberikan ke dalam tanah akan membuat produktivitas tanah menjadi lebih baik.

Lalu, apa itu kompos ? jika kalian belum mengetahuinya, kita akan membahas dahulu tentang kompos sebelum artikel berlanjut.

Kompos adalah hasil penguraian dari campuran bahan-bahan organik, yang dapat di percepat dengan cara buatan. Yaitu oleh berbagai macam mikroba pada kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik.

Sedangkan pengomposan merupakan proses penguraian bahan organik dengan cara biologis, yaitu oleh mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

cara buat kompos daun

1. Persiapan Cara Buat Kompos Organik dari Daun

Langkah pertama yang harus anda persiapkan dalam membuat pupuk organik dari daun adalah mempersiapkan peralatan dan bahan terlebih dahulu. Berikut uraiannya :

  • Persiapkan alat alat kebun seperti sekop, cangkul, dan penyemprot air. Jangan lupa untuk menyiapan wadah seperti ember, kantung kompos yang berupa mulsa plastik hitam.
  • Alat lainnya yang anda persiapkan untuk di gunakan adalah paku, martil, dan gergaji.
  • Larutan EM4.
  • Sediakan juga kayu dan terpal untuk membuat media pengomposan.

2. Membuat Media Pupuk Kompos

  • Langkah pertama, untuk lokasi pengomposan, sebaiknya pilih tempat yang lembab.
  • Kedua, usahakan lokasi mudah dijangkau dan cukup luas.
  • Untuk pembuatan media, tempat berupa kotak persegi dengan penutup di atasnya, dengan ukuran ideal 1 x 2 x 1 m.
  • Setelah selesai membuat, sekarang buatlah kantung pengomposan dari mulsa dengan ukuran yang menyesuaikan dengan media pengomposan.
  • Pada bagian bawah lubangilah kecil kecil, yang berguna untuk penyaringan air. Lubangi juga pada bagian samping sebagai sirkulasi udara.

3. Penyortiran Daun untuk Membuat Kompos

Setelah selesai pembuatan media pengomposan, langkah selanjutnya adalah pemilihan daun daun yang akan di gunakan untuk membuat pupuk organik. Berikut langkah langkahnya :

  • Daun yang disiapkan ada dua macam yaitu daun basah dan kering, untuk daun basah bebas.
  • Pastikan daun basah merupakan daun yang masih segar, namun belum berwarna kuning.
  • Selain daun basah, anda juga perlu menyiapkan daun yang kering. Pastikan jenis daun yang anda kumpulkan merupakan daun bersih yang belum tercemar.
  • Untuk perbandingan jenis daun yang anda butuhkan yaitu sebanyak 1 : 3 antara daun basah dan daun kering.
  • Setelah itu, masukkan daun ke ember untuk penghancuran daun.

4. Penghancuran Daun

  • Dalam penhancuran kalian bisa menggunakan gunting, sabit, atau mesin pencacah kompos. Anda dapat memberikan bahan tambahan yang berupa potongan potongan rumput untuk menghemat waktu ketika penambahan nitrogen nanti.
  • Campurkan daun dan potongan rumput tadi pada wadah, lalu mulailah untuk menghancurkan bahan tadi.
  • Setelah semua bahan sudah di hancurkan, masukkan bahan kedalam media pengomposan.

5. Pengomposan

Daun daun yang sudah di hancurkan sekarang di masukkan kedalam media pengomposan untuk memulai pengomposan daun agar menjadi pupuk organik. Berikut langkahnya :

  • Siapkan tanah gembur atau humus untuk pelapis nantinya.
  • Sebelum daun dimasukan ke media pengomposan, masukan sedikit tanah sebagai pelapis pada media pengomposan.
  • Setelah itu masukkan daun dan lapisi atas daun dengan sedikit tanah.
  • Ulangi tahapan tersebut hingga daun habis, kemudian padatkan menggunakan sekop dan siramkan cairan EM4 yang sudah dilarutkan dengan air.
  • Terakhir, tutupi media dengan plastik / terpal dan tutup menggunakan penutup media rapat-rapat lalu biarkan selama 6 minggu.

6. Penambahan Nitrogen

Nitrogen memliki manfaat bagi tumbuhan agar terlihat lebih hijau, mempercepat pertumbuhan, dan menambah kandungan protein hasil panen. Berikut langkahnya :

  • Campurkanlah ± 20 hingga 25 persen bahan yang kaya akan nitrogen ke dalam media. kalian bisa menggunakan menggunakan pupuk kandang.
  • Serta Campurkan makanan sisa dapur, seperti sayur sayuran, ampas teh, dan kopi.Hindari produk susu, dan juga daging ataupun roti yang padat.
  • Tumpuklah secara berlapis diantara daun daunan.

7. Pengadukan Pupuk Kompos Daun

Pengadukan pupuk dilakukan agar mikroorganisme tercampur rata dan bisa menguraikan dalam pembuatan pupuk. Hal ini di karenakan mikroorganisme mempunyai peran penting dalam penguraian daun menjadi pupuk.

Yang perlu diperhatikan juga adalah untuk selalu menjaga kelembapan pupuk saat masa pengomposan. Maka, saat cuaca kering siramlah pupuk dengan air bisa lagsung atau menggunakan selang. Dan jangan lupa untuk tidak membuat genangan air agar jamur tidak tumbuh.

Untuk memastikan kompos tetap selalu lembab, anda dapat mengambilnya segenggam lalu meremasnya. Jika memang lembab maka pada kompos hanya akan mengeluarkan sedikit tetesan air.

Untuk proses pengadukan pupuk kompos yang pertama kali anda harus menunggu sekitar 1–2 minggu. Panas yang muncul di dalam gundukan daun yang lembap merupakan serangkaian dari proses pengomposan. Atau yang sering kali disebut dengan “sedang memasak”. Untuk pengadukannya lihat cara di bawah ini :

  • Gunakan sekop atau garpu rumput untuk menggali ke dalam bagian dasar di tengah-tengah gundukan kompos dan membalikkannya. Lapisan teratas haruslah dipendam dan kompos daun harus tampak segar dan basah pada bagian atas.
  • Pengadukan kompos di lakuka 3 kali per minggu, atau minimal dua kali setiap dua minggu. Hal tersebut jika di lakukan berkali-kali akan membuat kompos lebih cepat saat pengomposan atau memasak..
  • Jangan lupa untuk menutup media pengomposan dengan terpal atau plastik untuk menjaga panas di dalam gundukan kompos tidak keluar. Serta sesekali anda perlu menambahkan sedikit air, tetapi jangan banyak banyak karena dapat menyebabkan timbulnya jamur.
  • Campurlah kompos dengan tanah setelah 4 sampai 9 bulan. Ketika warna kompos telah berubah menjadi cokelat tua yang seragam, ketahuilah bahwa saat ini adalah waktu untuk menggunakannya.