Cara Budidaya Ikan Mujair

Posted on

Cara Budidaya Ikan Mujair

Cara budidaya ikan mujair sepertinya harus diketahui oleh para pengusaha, melihat prospek usaha yang satu ini cukup menjanjikan. Yuk, simak 7 langkah budidaya ikan mujair berikut ini!

Cara Budidaya Ikan Mujair

Bagi penggemar makanan laut khususnya ikan, ikan mujair mungkin sudah tidak asing lagi. Dari berbagai jenis ikan air tawar, ikan mujair adalah salah satu yang paling digemari karena rasanya yang khas dan dagingnya yang melimpah.

Kamu bisa menikmati ikan mujair ini dengan menggorengnya dan mencoba cara membuat sambal bawang putih. Tidak heran jika peluang bisnis budidaya ikan mujair juga sangat menguntungkan dan banyak pemula yang bergabung karena relatif mudah untuk dilakukan.

Jika kamu tertarik mencoba budidaya ikan mujair, pastikan untuk menyimak cara budidaya ikan mujair berikut ini.

7 Langkah Mudah Budidaya Mujair

1. Pemilihan Induk

Baik itu pembudidayaan ikan mujair atau jenis ikan lainnya, pemilihan induk adalah salah satu langkah awal yang paling penting. Pemilihan induk menjadi faktor penentu kualitas ikan mujair yang akan kamu budidayakan.

Indukan  yang baik adalah induk yang sehat dengan berat minimal 100 g. Benih mujair sendiri terdiri dari dua spesies, jantan dan betina yang masing-masing memiliki perawakan berbeda.

Lalu bagaimana cara membedakan ikan mujair jantan dan betina?

Indukan Jantan:
  • Memiliki dua lubang di area urogenital, yaitu anus dan sperma, yang juga berfungsi sebagai lubang urin
  • Ujung siripnya berwarna terang dan bening kemerah-merahan
  • Perut lebih gelap atau kehitaman
Induk Betina:
  • Memiliki 3 lubang urogenital, yaitu lubang anus, lubang untuk mengeluarkan sel telur dan lubang urin
  • Ujung siripnya berwarna kemerahan pucat dan tidak bening
  • Perutnya putih
  • Dagunya putih
  • Ketika perut distriping, itu tidak mengeluarkan cairan

2. Pemijahan Benih

Cara budidaya ikan mujair selanjutnya adalah pemijahan benih yang bertujuan untuk mendapatkan indukan yang menghasilkan benih untuk kemudian ditebar di kolam terpisah.

Nah, langkah-langkah pemijahan benih adalah sebagai berikut:

  • Buat kolam berukuran 3×4 meter dengan kedalaman 60 cm.
  • Letakkan lumpur halus di dasar kolam supaya ikan mujair dapat dengan mudah membangun sarangnya.
  • Setelah kolam benar-benar selesai, masukkan indukan jantan dan betina dengan perbandingan 3 : 2.
  • Ketika terjadi pembuahan, induk betina mengumpulkan telur dan menyimpannya di dalam mulut, mulai dari masa inkubasi sampai telur menetas.
  • Proses inkubasi berlangsung 3-5 hari, dan setelah proses selesai, telur akan menetas dan berubah menjadi larva.
  • Setelah larva ikan berumur 2 minggu dapat dilepaskan dari induknya agar bisa belajar mencari makan sendiri.

3. Pembuatan Kolam Terpal

Membuat kolam terpal tentunya tidak boleh dilupakan dalam langkah budidaya ikan mujair. Sebenarnya ada jenis kolam lainnya, namun kolam terpal dikenal jauh lebih murah.

Untuk membangun kolam dengan ukuran 50x50x100 m2, kamu hanya membutuhkan beberapa terpal dan kayu atau bambu. Tahapan pembuatannya adalah:

  • Ukuran kolam terpal dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan luas area yang kamu punya.
  • Pilih terpal plastik yang tebal agar dapat digunakan dalam waktu yang lama.
  • Kolam renang berbentuk persegi panjang dengan kayu tebal disetiap sudutnya sebagai penyangga agar kolam tidak roboh.
  • Setelah kolam selesai, jangan langsung mengisi kolam dengan air. Biarkan kolam mengering selama 2-3 minggu.
  • Baru setelah itu kamu dapat mengisi air sebanyak ¾ bagian dari tinggi kolam.
  • Hanya dengan begitu Anda dapat mengisi air hingga setinggi baskom.
  • Diamkan selama 1 minggu sebelum akhirnya mulai menebarkan benih ikan mujair yang akan dibudidayakan.

4. Penebaran Bibit ke Kolam

Setelah kolam terpal selesai dibuat dan diisi air, langkah selanjutnya dalam budidaya ikan mujair adalah menebar benih di kolam tersebut. Sebarkan benih pada sore hari dengan kepadatan sekitar 400-500 populasi untuk kolam berukuran 50x50x100 cm.

Kamu mungkin menemukan beberapa ikan mujair mati dalam beberapa hari pertama. Namun, kamu tidak perlu khawatir jika jumlah ikan yang mati hanya sekitar 3-4 ekor.

Tetapi, jika ternyata jumlah ikan yang mati melebihi jumlah tersebut, ada baiknya kamu mengambil tindakan seperti mencari tau apa yang menyebabkan ikan-ikan tersebut mati.

5. Pemberian Pangan

Cara budidaya ikan mujair selanjutnya adalah dengan menberikan pakan. Untuk mencegah benih mati, kamu perlu memberi mereka pangan secara teratur dan konsisten. Ada beberapa jenis pakan yang bisa kamu berikan, seperti bekatul, lumut, kangkung, dan masih banyak lagi.

Untuk bekatul sendiri, kamu bisa membuatnya menggunakan mesin giling sekam menjadi bekatul untuk pakan ternak.

Dalam pemberian pangan, lakukan langkah-langkah sederhana berikut:

  • Berikan makanan padat berupa pelet dengan kandungan protein 28%, lemak 30% dan karbohidrat 15%.
  • Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara rutin 3 kali sehari pada pagi, siang dan sore hari.
  • Berikan 1 sampai 2 kg pelet untuk ikan sebanyak 400-500 ekor.
  • Tambah jumlah kg pakan saat ikan mulai tumbuh.
  • Sediakan tanaman eceng gondok agar kondisi kolam tetap sejuk. Selain itu, eceng gondok juga bisa dijadikan sebagai makanan tambahan untuk ikan mujair.

6. Pergantian Air Kolam

Ingatlah bahwa mengganti air kolam harus selalu disertakan dalam budidaya ikan mujair untuk menjaga kebersihan dan mencegah ikan terkena penyakit.

Usahakan untuk mengganti air kolam secara rutin minimal setiap 2-3 minggu sekali. Tidak hanya bertujuan untuk menjaga air tetap bersih, mengganti kolam juga akan membantu menghilangkan sisa makanan yang menumpuk.

7. Panen

Cara Budidaya Ikan Mujair

Cara budidaya ikan mujair yang terakhir adalah proses panen. Ikan mujair siap dipanen ketika umur ikan 4-5 bulan setelah tebar benih. Ikan yang berkualitas baik tentu akan memiliki harga yang jauh lebih tinggi.

Oleh karena itu, kamu juga perlu mengetahui cara melakukan proses panen yang baik dan benar dengan cara:

  • Sebelum panen, beri makan ikan mujair terlebih dahulu guna menambah berat badannya.
  • Kemudian perlahan-lahan kurangi jumlah airnya agar tidak membuat ikan stres.
  • Ketika jumlah air mulai berkurang, kamu dapat mulai memanen ikan dengan cara menjaringnya.
  • Masukkan hasil panen tersebut ke dalam wadah yang bersih.
  • Kamu bisa menggunakan wadah plastik berisi air bersih.
  • Berikan oksigen ekstra guna membantu ikan bertahan hidup dan tetap segar.

Nah, setelah kamu mengetahui cara budidaya ikan mujair yang mudah, saatnya kamu mulai mempersiapkan modal yang dibutuhkan. Mesin bekatul yang digunakan bisa kamu dapatkan dengan mengunjungi rumah mesin. Yuk, segera coba!