Kegunaan Sabut Kelapa Untuk Tanaman yang Bagus

Sabut merupakan bagian mesokarp (selimut) yang berupa serat-serat kasar kelapa . Sabut biasanya disebut sebagai limbah yang hanya ditumpuk di bawah tegakan tanaman kelapa lalu dibiarkan membusuk atau kering. Pemanfaatannya paling banyak hanyalah untuk kayu bakar. Kegunaan sabut kelapa untuk tanaman sangat berguna dan bisa membuat tanaman subur apalagi sehat.

Kegunaan Sabut Kelapa Untuk Tanaman

kegunaan sabut kelapa untuk tanaman

Manfaat Sabut Kelapa Untuk Tanaman

Pemrosesan sabut kelapa antara lain untuk dijadikan sebagai pupuk cair ataupun cocopeat. Pemrosesan sabut kelapa juga tidak terlalu sulit. Tidak membutuhkan teknik dan bahan yang aneh – aneh. Sangat sederhana dan efektif. Sabut kelapa yang lebih bersih, membuatnya banyak dijadikan pilihan oleh para pecinta tanaman. Berbeda dengan media tanam kompos, kadang beberapa orang merasa risih. Karena tahu bahan asalnya sehingga mungkin jijik karenanya.

Manfaat – manfaat sabut kelapa untuk tanaman ini, bukan berarti tidak bisa dipenuhi oleh bahan lain. Bahan lain juga bisa memberikan manfaat yang hampir sama, tapi sabut kelapa bisa menjadi alternatif. Meskipun sebagai alternatif, tanaman bisa tumbuh dengan baik, meskipun belum tentu yang terbaik. Inilah beberapa manfaat dari sabut kelapa untuk tanaman yang bisa kita ketahui.

Sebagai Media Tanam

Yang jelas, sabut kelapa bisa dimanfaatkan sebagai media tanam. Yaitu dengan mengambil bagian sabut dari kulit kelapa dan menggunakannya secara langsung sebagai bahan untuk menanam.

Ada tanaman yang membutuhkan jenis media tanam khusus, sehingga menyerupai atau mirip habitat aslinya. Misalnya adalah tanaman anggrek.

Beberapa jenis anggrek hidupnya adalah epifit. Yaitu menempel pada tanaman inang, tapi tidak parasit terhadap tanaman inang. Tidak semua anggrek bersifat epifit.

Karena sifatnya tidak parasit, maka anggrek tidak tergantung pada tanaman inang untuk mendapatkan nutrisinya. Istilahnya hanya numpang tempat hidup saja. Tapi, nutrisi dan kebutuhan lainnya cari sendiri.

Sehingga, hal tersebut bisa dimanipulasi dengan memberi anggrek dengan media tanam dari sabut kelapa.

Anggrek yang ditempelkan pada sabut kelapa seolah – olah ia hidup seperti habitat aslinya.

Kemudian, nutrisinya diberikan secara manual dengan memberikan pupuk melalui media tanam ataupun melalui pupuk daun khusus anggrek.

Oleh sebab itu, pilihan yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan sabut kelapa. Karena teksturnya yang solid dan tidak mudah ambyar. Mudah dibentuk dan diatur sesuai keinginan.

Dan, sepertinya tidak memungkinkan untuk menggunakan media tanam yang lain.

Sebagai media tanam, sabut kelapa juga memenuhi kriteria media tanam yang baik. Yaitu diantaranya mampu mengikat air dan unsur hara.

Kemampuan tersebut lebih baik daripada arang kayu.

Meskipun bukan yang terbaik, untuk tanaman anggrek sabut kelapa adalah pilihan yang paling memungkinkan.

Cocopeat

Sabut kelapa bisa diproses untuk menjadi cocopeat. Cocopeat adalah sabut kelapa yang dipritili menjadi lebih lembut.

Serat – serat pada sabut kelapa diurai dan diubah menjadi ukurang yang sangat lembut.

Dengan ukuran yang lebih kecil, cocopeat menjadi lebih fleksibel untuk mengisi pot atau media dari media tanam.

Sehingga media tanam menjadi lebih padat, sehingga kemampuan dalam menyimpan air lebih baik, namun tetap memiliki porositas yang baik. Sehingga udara bisa masuk dan berdifusi pada media.

Oksigen yang tinggi pada media akan membantu akar untuk lebih baik dalam menyerap unsur hara.

Cocopeat ini cukup banyak digunakan dalam media tanam hidroponik. Meskipun, digunakan untuk selain sistem tanam hidroponik juga bisa.

Tapi dengan sifatnya yang porous, cocopeat akan membuat tanaman tumbuh menjadi lebih baik.

Karena oksigen akan banyak terdifusi pada cocopeat dan akar bisa tumbuh lebih leluasa.

Mengandung Unsur Iklim

Sabut kelapa dikenal mengandung unsur kalium yang cukup tinggi.

Kandungan kalium pada sabut kelapa lumayan banyak. Kalium ini paling banyak terdapat pada bagian serat dari kulit kelapanya.

Ketika dalam bentuk serabut, jumlah kaliumnya sekitar 10,25%.[1] Sedangkan ketika sudah dalam bentuk abu serabut kelapa, nilai kaliumnya lebih tinggi antara 20 – 30%.

Sedangkan untuk mendapat pupuk cair, kita perlu melakukan beberapa pekerjaan tambahan untuk itu.

Pupuk kalium anorganik harganya mahal. Jika kita bisa diolah menjadi pupuk, maka kita bisa terbantu untuk mengurangi belanja pupuk kalium.

Karena unsur kalium sangat dibutuhkan oleh tanaman, terutama ketika tanaman sedang dalam fase berbuah atau berbunga.

Sehingga, menggunakan sabut kelapa sebagai pupuk, secara tidak langsung akan menambah jumlah unsur kalium untuk tanaman.

Sebagai Pupuk Organik

Manfaat sabut kelapa untuk tanaman adalah bisa dipakai sebagai pupuk organik. Lebih khusus lagi sebagai sumber kalium organik.

Hal ini karena sabut kelapa mengandung unsur kalium yang lumayan. Seperti pada poin di atas.

Disebut sebagai sumber kalium organik karena diantara unsur lain di dalamnya, kalium yang paling tinggi.

Pupuk organik dari sabut kelapa bisa dalam bentuk abu sabut kelapa atau pupuk organik cair.

Dalam bentuk abu, maka sabut kelapa harus dibakar terlebih dahulu. Lebih mudah dan cepat dalam prosesnya. Kemudian abu dicampurkan ke media tanam dengan jumlah yang telah direncanakan.

Untuk jumlahnya, lihat di sumber kalium organik setara pupuk anorganik.

Sedangkan untuk pupuk cairnya, kita bisa membuatnya dengan cara berikut ini.[3]

  1. Sabut kelapa sebanyak 30 – 50 kg dicacah menjadi ukuran 3 – 5 cm. Semakin kecil semakin baik.
  2. Kemudian sejumlah abu sabut kelapa tersebut dimasukkan ke dalam tong dengan volume sekitar 200 liter.
  3. Tambahkan air bersih sampai tong terisi penuh.
  4. Tutup dan biarkan selama 4 minggu (satu bulan).
  5. Pupuk cair kalium organik siap digunakan.

Pupuk cair kalium dari sabut kelapa ini bisa digunakan sebagai pupuk kocor.

Pada tanaman jagung, pupuk cair kalium tersebut paling bagus kalau diberikan sebanyak 300 ml/tanaman.[4]

Dosis tersebut bisa membuat jagung tumbuh paling tinggi diantara dosis lainnya. Selain itu, serapan K nya juga menjadi lebih tinggi.

Terdapat bakteri dan mikro organisme yang menguntungkan

Berdasarkan sebuah penelitian, setidaknya ada 7 mikroorganisme yang berbeda ditemukan pada sabut kelapa

Ke tujuh mikroorganisme tersebut adalah:

  • Genus Chromobacterium
  • genus Bifidobacterium,
  • genus Rothia,
  • genus Cellulomonas,
  • genus Sarcina,
  • genus Pasteurella dan
  • genus Bacillus.

Sepertinya jenis bakteri yang terdapat pada sabut kelapa bersifat kondisional. Karena sabut kelapa biasanya tidak diperlakukan secara khusus.

Sehingga, potensi untuk tercemar oleh bakteri dan jamur sangat tinggi.

Terlepas bakterinya akan merugikan atau tidak, saya perlu mencari informasinya lebih jauh lagi.

Tapi, salah satu dari bakteri di atas, ada yang sudah sering digunakan untuk mengatasi layu bakteri.

Misalnya, bakteri Bacillus subtilis dari genus bacillus, bakteri ini bisa digunakan untuk mengatasi serangan layu bakteri pada cabai.

Mikro organisme di atas tidak semuanya baik. Ada yang bisa menyebkan patogen pada manusia misalnya rothia, sarcina, dan pasteurella.

Hanya itu saja yang bisa saya beritahu kepada kalian yang membaca ini sampai akhir dan jangan lupa baca artikel lain disini  Selain artikel kegunaan sabut kelapa untuk tanaman, ada juga cocomesh jaring sabut kelapa yang merupakan produk dari sabut kelapa. Anda bisa menemukan orang yang jual cocomesh murah dan berkualitas dimana mana termasuk di toko – toko peralatan rumah tangga.